EnglishIndonesian

Macro Insect selama Pandemi

IMG_20210717_202118_052

Hobi fotografi memiliki ragam genre yang asik untuk diikuti dan dicoba, terlalu spesisfik memilih genre bisa saja menyebabkan kebuntuan dalam berkreasi dengan kamera, lensa, dan perlengkapan lain yang menunjang hasil foto.

Pandemic Covid-19 menuntut sang fotografer juga berdiam diri di rumah menaikkan kadar bahagia, imunitas, dan berkreasi walaupun di rumah. 

Kebetulaan saya memilih bereksperimen dengan Macro fotografi. Halaman rumah menjadi tempat bermain saya selama pandemi mencari beberapa serangga yang serving muncul dari balik tanaman yang akan kita explore.

Hari pertama saya coba konservatif untuk menggunakan stock lensa tua manual nikon 50mm F1.4 dengan menggunakan reverse ring 55mm dan macro tube. Namun dari hasil dan usaha maksimal saya kurang bahagia 🙂

Hari kedua saya terpaksa menggunakan makro lens Laowa 100mm F2.8 Dan memang benar saya menemukan kebahagiaan disini apalagi setelah ditambah dengan lensa pembesaran macro Raynox DCR-250. 

Hari ketiga, Saya bereksperimen dengan flash, tapi tidak niat terlalu serius untuk membeli flash macro Model ini dari Godox

Tapi saya lebih memilih memodifikasi flash Godox V1 yg ada di rumah dengan memanjangkan bouncer menggunakan kaleng sisa / bekas Kentang Pringles dan menempelkannya di depan flash Godox v1, kurang lebih tampilannya seperti ini.

Penggunaan tripod mungkin diperlukan untuk teknik photo stacking di photoshop, tapi saya berlatih untuk tidak menggunakannya. karena saya hanya membutuhkan 2-3 Frame handheld untuk koreksi minor di photoshop.

Kenapa harus pakai flash ? nanti saya kasih contoh perbedaannya kalau tidak pakai flash, dan atau foto biasa pakai kamera HP.  Sepertinya ini sesuai selera saja, cuma kalau pakai flash Anda harus tahu tekniknya seperti apa.

Saya belum ada cukup waktu untuk mengeksplore nama-nama insect yang sering hinggap atau keluar di halaman rumah, namun kita sebut saja kali ini panggilan umumnya ya. Foto lalat hijau ini saya ambil dengan shutter speed 1/250″  aperture F5.6 ISO 125 dan flash power di 1/64 foto diambil pagi hari sebelum jam 10.  Penggunaan kamera mirror less saat ini sang at menguntungkan bagi Para Pehobi foto makro, manual focus highlights sangat membantu untuk menentukan area fokus yg dituju, selebihnya tinggal mundur maju saja di depan objek untuk mencari fokus bagian mana lagi 2-3 frame selanjutnya.

Fotografi makro ini butuh kesabaran ekstra dan baju cadangan ekstra, kenapa? bisa keringetan juga waktu kita nungging, bungkuk, mundur maju , tahan napas , dan konsentrasi di depan objek agar tidak mengganggu kesunyian.

Objek kalau tidak terganggu malah lebih natural kadang bisa atraksi, kalau terganggu dia terbang atau loncat kemana kabur.

Saya kagum dengan Jumping Spider ini, mungkin hanya saya yang punya fotonya? Kenapa mahluk ini diciptakan seperti ini, luar biasa, Dia bermain di atas kap motor Mobil, setelah saya foto saya lepas di halaman Dan belum pernah lihat lagi sampai sekarang. Pada foto ini setelan shutter speed saya mungkin terlalu rendah, harusnya di atas 1/200″, tapi mau tidak mau di bawah itu karena objek datang di kap moto mobil pada saat magrib jadi di eye view finder tidak bisa terlihat kalau shutter speed terlalu tinggi.

Kemudian untuk Jumping spider mirip motif Bola kaki ini Saya temukan di pagi hari. Dia melintas di antara daun-daun tanaman atau bunga, Saya ambil Dan pindahkan menggunakan kertas A4 dan saya letakkan di atas kaca rias Istri untuk media (wkwkwkw- retak sedikit memanjang setelah foto). Lalu saya kembalikan lagi objek ke daun dimana saya mengambilnya di halaman.

Foto di atas Saya ambil di waktu setelah makan siang, dan ternyata mereka juga sedang mencari makan di jam yang Sama. Sepertinya Dia sedang melumat serangga kecil lain untuk dimakan. Shutter speed 1/160″ aperture F8 ISO 125 dan flass power 1/64. 

Nah kalau coba coba pakai kamera HP dengan zoom kurang lebih seperti ini, yah lumayan saya juga  mengambil foto kupu kupu juga untuk perbandingan kadar bahagia.

Saya juga punya lensbong (lensa bongkaran) tapi untuk saat ini saya lebih memilih pakai Kamera bagaimana dengan teman teman ?

Comment

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainya