EnglishIndonesian

Cekakak Belukar – White Throated Kingfisher

resizeWTKF-17-DSC_6966

Bagaimana cara mendapatkan foto detail burung Kingfisher ?  sepertinya masih menjadi perdebatan dikalangan fotografer wildlife dan dan para antusias foto wildlife. Kata “Alami” & “Tidak alami” selalu terngiang dikepala kami ketika mendengar info atau mendapati area bermain dan makan baru burung kingfisher yang akan di explore 7-10 minggu kedepan. 

Jadi begini, posisi kita adalah masyarakat umum suka/hobby foto burung, bukan peneliti/pengamat lingkungan atau EO foto, tetap kita harus memperhatikan beberapa hal disekitar sebelum melakukan explorasi dan menyatu dengan alam  / lingkungan sekitar: pasti ada maksud dan tujuan tersendiri kenapa hewan/burung ini diciptakan dan berada di lingkungan sekitar kita.

Prinsip Pertama, habitat asli tidak boleh di rusak (tempat makan, mandi, bermain, kawin) tidak boleh  ada yg dirubah, apalagi sampai merusak sarang atau mengambil anakan atau dipelihara (ngapain ?) namanya berubah dong jadi burung peliharaan, udah gitu menang juara foto lagi  (makin aneh), kecuali sudah menjadi hama, jumlah tidak terkendali sehingga perlu dilakukan pengendalian pertumbuhannya.

Kedua, ijin dengan yang punya tempat, masyarakat sekitar sambil mengedukasi bahwa ada species burung  (beberapa species di lindungi) yang kita akan foto dan amati dalam waktu tertentu. Jangan diganggu habitatnya, jangan diburu, bisa dikendalikan kalau sampai menjadi hama.  

Ketiga, cari info referensi teknik feeding wildlife dan kehidupan target burung yang akan kita foto seperti apa ? banyak sih di you tube. Paling tidak, kita tahu kapan waktunya makan, mandi, bermain, tidur, ngasuh anak anak, dan kawin, karena dari aktivitas tersebut  kita bisa mendapatkan pose-pose unik sampai dengan detail. 

Keempat,  kesempatan mungkin hanya datang 1x, jadi manfaatkan waktu, ruang, peralatan foto semaksimal mungkin untuk mendapatkan foto yang bagus. 

Kelima, jangan banyak pengen, tetap bahagia bersyukur bisa datang langsung menyaksikan dan mengabadikan walaupun shutter release sudah macet buffering (uppssss…. maaf kita berbeda keyakinan).

Baiklah, tanpa basa-basi kami langsung ulas hasil pengamatan kami di lokasi sejak 28 Mei sd 3 July 2022 .  Burung ini memiliki panggilan sayang Cekakak Belukar – White throated Kingfisher , karena hidup dan bertumbuh di area perbatasan hutan dan ladang. Biasanya bersarang pada lubang tanah pada tebing tanah yang berdekatan dengan air sungai atau empang/danau/kolam. Area hidup dan bermainnya harus jauh dari jangkauan manusia, biasanya terisolasi tidak ada akses/susah masuk menuju sarang atau tempat berkativitasnya. tetap membutuhkan air untuk mandi dan kadang mencari ikan-ikan untuk selingan atau santapan utama selain serangga, kodok, kepiting dan ulat pisang.

Burung Cekekak pada umumnya sangat teritorial, punya wilayah kekuasaan. Jadi mungkin teman teman akan melihat hanya ada 1 pasang atau 1 keluarga dari indukan yg sama yang akan bisa kumpul dalam 1 tempat bermain atau tempat makan. Akan terjadi perebutan tempat / penyerangan apabila Cekakak Sungai menemukan Cekakak Belukar berada dalam area yg sama (tonton videonya di bawah). 

Beruntungnya saya mendapatkan burung ini 1 pasangan muda jantan (paruh merah gelap) dan betina (paruh merah) sejak dikabarkan kedatangannya oleh fixer lokal kami Om Rohman.  Jadi ada kemungkinan kami mendapatkan foto kawin dan mengasuh anak anaknya.

Burung ini bukan penghuni asli Pantai Carita, namun diperkirakan sudah menetap karena banyaknya pilihan makanan dan sejuk asrinya lingkungan Taman Hutan Raya Carita, Pandeglang, Banten mungkin juga membuat burung ini tinggal menetap.  Pada minggu-minggu terakhir (bulan Juli 2022) kami mengabadikan foto dan video  memang sepertinya mereka bersarang di lubang tanah, dan sudah mulai mengeram telur atau bahkan sekarang (Oct-Dec 2022) sudah mulai ajak anak bermain di kolam. 

 

 

 Proses penjodohan pasangan muda, ini ditandai dengan teriakan saling memanggil dan suap-suapan makanan dari Jantan ke Betina, apabila diterima, maka kemungkinan mereka lanjut ke pelaminan sampai siklus bertelur, mengerami dan mengasuh. 

Sayangnya kami masih menjadi pekerja kantoran yang hari Senin -Jumat hanya bisa melamun kapan berangkat lagi, kami hanya mendapatkan foto dokumentasi detik detik perjodohan mereka saja, foto perkawinan dan pengasuhan kami tidak sempat datang 🙂 .

lalu mungkin apa tidak sesama burung jantan saling suap suapan ? jawabnya, mungkin karena dia burung peliharaan yg biasa di loloh dari kecil, dan ga tau masalahnya lalu konten di upload kasih #wildlife lalu #juara foto RT5 dan mendapat #gelar foto dari pak RW  

Perjodohan suap suapan ini hanya terjadi dengan jantan dan betina kalau cocok dan tepat waktunya pasti teman teman akan melihat momen di bawah ini.

     

Lalu perlu apa saja ni selain peralatan kamera dan lensa barbel :),  apa lagi yang disiapkan & dipakai? kok bisa dapat semua, yaa sudah tentu ada prosesnya dong,  orang Indonesia suka lupa proses di depan seperti apa… ehhh jadi curcol. 

  1. Sabar nunggu moment
  2. Hapal settingan kamera, karena setelan fast action burst mode akan berbeda dengan detailing, saya lebih suka long exposure 🙂 lahhh….. ehhh ada tau hasilnya. tuh lihat airnya cipratannya panjang.
  3. Bekal perjalanan seharian
  4. Baterai extra,
  5. Memory card extra, kalau lagi kalap mencet shutter button ada extra.
  6. Modal buat jalan
  7. Hati yg besar untuk memaafkan dan menerima orang lain, injek tusuk sikut iri dengki merki sudah biasa, namanya juga pengen :).

Berikut video liputannya:

Kontributor:

Reza, Rohman, Wawan, Riswandi, Paulus Sunar, Pujiyanta, Bowo,

 

 

Comment

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainya